Jadi Karyawan Bermental Pengusaha

Apakah sukses itu bisa diraih oleh semua orang? Jika kita bicara soal kesempatan, memang sukses itu bisa diraih oleh semua orang. Lalu mengapa tidak semua orang menjadi sukses? Jawabannya karena sukses itu bagaikan sebuah pintu yang ada password-nya. Setiap pintu sukses, paswordnya berbeda-beda. Sehingga orang-orang yang tidak tahu passwordnya tidak akan dapat membuka pintu itu.

Oke, baiklah saya batasi makna kesuksesan di sini. Mengapa? Karena sukses itu relatif, sangat tergantung dari sudut pandang mana kita menilai. Kita bicara kesuksesan di dalam hal keuangan atau kemapanan. Dulu waktu saya menekuni MLM, orang yang sukses itu tidak lagi bekerja untuk orang lain, alias menjadi pengusaha. Demikian pula yang dikatakan oleh Robert T. Kiyosaki, “Manusia punya empat kuadran, yang pertama adalah Employee – kemudian Self Employee – Businessman – yang terakhir Investor.

Wah, kalau begitu kasihan banget ya yang jadi karyawan. Nah, saya ingin mengupas kesuksesan sebagai karyawan. Dulu seringkali distributor MLM dijauhi oleh orang-orang kantoran karena cara pandangnya yang melihat bahwa menjadi pegawai kantoran tidak akan bisa sukses atau mapan. Sebenarnya memang jika melakukan usaha MLM, ia harus terjun sepenuhnya di usaha tersebut. Tidak bisa menjalankan usaha sambil terus bekerja pada orang lain dan kemudian sukses. Tidak ada ceritanya.

Tetapi sesungguhnya “pintu sukses” karyawan adalah sebuah pintu yang berbeda sama sekali dengan kesuksesan dari para distributor MLM itu. Karyawan bisa dinilai sukses, apabila kariernya terus menanjak seiring dengan waktu. Seiring dengan kenaikan jabatannya, maka pendapatannya pun akan bertambah.

Nah, buat yang telah bekerja sekian lama dan kariernya belum mengalami peningkatan siap-siaplah. Lho kok? Iya, siap-siap untuk bertanya pada diri sendiri, “Apakah saya bekerja seperti layaknya karyawan atau pengusaha?” Saya tahu kebanyakan akan menjawab, “Ya layaknya karyawan dong, kan digaji sebagai karyawan, pokoknya selesai tugas, akhir bulan ya digaji!”

Cara berpikir seperti di atas rupanya merupakan salah satu faktor penghambat kenaikan jenjang karier kita. Dulu waktu saya masih menjadi karyawan sebuah perusahaan multi nasional, saya juga beranggapan seperti itu. Sekarang saat saya memimpin sebuah usaha sendiri, baru saya merasakan bahwa pemikiran saya dulu itu salah.

Ternyata sebagai pengusaha, kita membayarkan upah karyawan dengan harapan beban kita diringankan oleh sang karyawan. Kita dapat melakukan pekerjaan yang lain, mencari peluang-peluang yang lain, sementara tugas-tugas perusahaan sudah dilakukan oleh karyawan. Tetapi apabila karyawannya berpikiran “apa adanya”, tentunya sang majikan akan merasa “rugi” membayar karyawannya.

Sejatinya, seorang atasan atau pun pengusaha akan sangat senang pada karyawan yang punya inisiatif, tanggung jawab, kreatif, gigih juga disiplin. Ada dua sudut pandang dari karyawan dan pengusaha yang sebenarnya cukup sulit untuk dipertemukan. Karyawan maunya dinaikkan dulu jabatannya baru melakukan tugas dan tanggungjawab lebih banyak lagi. Sementara pengusaha inginnya karyawan menunjukkan kinerja lebih dulu, sehingga dipandang mampu untuk diposisikan pada jenjang karir yang lebih tinggi.

Nah, kalau dua cara pandang di atas tidak bertemu, maka akan terjadi karyawan yang kariernya jalan di tempat. Sebelum menjadi karyawan yang kariernya jalan di tempat, lalu kecapean dan tiarap di tempat, lalu sekarat di tempat, ada baiknya merubah pola pikir “standar” menjadi pola pikir “Pengusaha”. Dengan berpikir seperti pengusaha, maka kreatifitas, tanggung jawab, kemampuan, dsb. akan berkembang pesat. Maka karier pun akan berkembang dengan pesat pula.

Jadi pintu sukses karyawan itu ada di “pola pikir”. Artinya jadi karyawan juga pasti bisa sukses secara finansial, asalkan pola pikirnya sesuai dengan pengusaha. Kalau begitu, mari jadi karyawan yang bermental pengusaha. Sukur-sukur nantinya bisa benar-benar jadi pengusaha. Kemudian menjadi investor seperti yang diajarkan oleh para ahli.

Salam Sukses…

Posted on: April 14, 2019, by :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *